Selasa, 10 Juni 2014

RESENSI BUKU




Judul Buku       : “ Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar”
Pengarang        : Pamerdi Giri Wiloso, dkk
Penerbit            : Widya Sari Press Salatiga
Tahun Terbit    : 2010
Tebal Buku      : 223 Halaman

Secara operasional, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) harus diambil dan dikuasai oleh setiap mahasiswa dalam rangka pembentukan kompetensi kesarjanaan yang berwawasan sosial budaya. Sehingga ketika berkarya mereka mampu berfikir kritis, kreatif, luas, sistemik-ilmiah, peka dan empatik secara sosial budaya, demokratis, beradap, serta terampil dan arif dalam mencari solusi pemecahan masalah sosial-budaya. Untuk mencapai tujuan institusional tersebut maka dari itulah buku karya Pamerdi Giri Wiloso, dkk ini ditulis.
Dalam buku Ilmu Sosial dan Budaya Dasar ini disajikan dalam sepuluh bab yang ditulis oleh delapan penulis yang berbeda. Pada bab 1 tentang “Manusia Makhluk Membudaya” yang ditulis oleh Pamerdi Giri Wiloso yaitu seorang lulusan dari Universitas Twente, Nederland berisikan bahwa manusia sebagai makhluk Allah Sang Pencipta yang memiliki akal budi dan diberi hak istimewa  yaitu makhluk yang mampu mengolah realitas dengan segala akal budinya tersebut demi martabat kemanusiaanya. Sehingga manusia secara esensi merupakan makhluk yang membudaya.
Pada bab ke-2 mengenai “Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial” yang ditulis oleh Daru Purnomo yang merupakan seorang Magister Sains dalam Geografi Sosial di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Pada bab ini menekankan bahwa setiap menusia memiliki dimensi indeividualitas dan sosialitas (Veeger,1985: 4-9). Hakekat manusia secara pribadi pada dasarnya adalah hidup bersama, dan dalam kebersamaan itu akan menimbulkan ikatan dan kesalingtergantungan antara satu sama lain. Sedangkan sebagai makhluk sosial, manusia sangat membutuhkan keberadaan orang lain dan menjalin intraksi melalui kontak dan komunikasi karena dorongan untuyk melakukan imitasi, sugesti, simpati, identifikasi.
Pada bab ke-3 mengenai “Manusia, Nilai, Moral, dan Hukum” yang ditulis oleh Bambang Suteng Sulasmono seorang yang memiliki gelar Doktor dalam Pendidikan Kewargaan Negara di Universitas Negeri Malang, Malang. Dalam bab ini dibahas bahwa setiap kehidupan bersama memiliki nilai-nilai dalam menakar baik buruknya, penting tidaknya, layak tidaknya tidakan seseorang. Nilai sosial umumnya dirumuskan dalam bentuk norma yang dilengkapi sanksi, norma merupakan perumusan konkrit dari nilai yang abstrak  berisi serangkaian petunjuk hidup yang berisi perintah dan larangan dan dilengkapi sanksi bagi pelanggarnya. Dalam norma ada norma hukum yang bersifat memaksa yang diformulasikan secara jelas,tegas dan  diberlakukan oleh lembaga yang berwenang. Dalam sistem tata hukum Republik Indonesia memiliki hukum dasar sekaligus hukum tertinggi  yaitu UUD 1945.
Pada bab ke-4 mengenai “Manusia dan Peradaban” ditulis oleh Tomi Febriyanto seorang Megister Sains dalam Sosiologi dan Ilmu Komunikasi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dibahas bahwa kosep penting yang berkaitan dengan dinamika manusia dan kebudayaan adalah peradaban yang merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu yang telah mencapai kemajuan dalam bidang ilmu pegetahuan, tekonologi dan seni yang telah maju. Peradaban terbentuk lewat perubahan sosial dan sebagai penanda akan peradaban yang paling mutakhir adalah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta proses globalisasi yang menyertainya.
Pada bab ke-5 mengenai “Manusia dan Kebudayaan Di Indonesia” ditulis oleh Tri Kadarsilo, Dokterandus dalam Pendidikan Geografi Sosial di Universitas Satyawacana, Salatiga. Pada bab ini hakekatnya manusia mampu menciptakan dan menggunakan kebudayaan karena manusia adalah makhluk yang keaktifannya berwajah multidimensional, dan dengan cipta karsa rasa yang terbentuk manusia menciptakan dan menggunakan kebudayaan. Indonesia sebagai titik pertemuan dari berbagai macam ras memiliki pengelompokan kebudayaan suku dengan berbagai 15 kelompok suku dan dengan kebudayaannya masing-masing. Sehingga dalam praktek hidup keseharian, dibutuhkan prinsip pluralitas dan multikulturalisme.
Pada bab ke-6 mengenai “Manusia, Keragaman, dan Kesetaraan” ditulis oleh Suwarto Adi, Magister Sains (Kandiadat) dalam Studi Pembangunan Universitas Satya Wacana, Salatiga. Dalam bab ini individu yang menjalani hidup di tengah masyarakat, seorang manusia menjalankan fungsi dan peran membentuk identitas diri dan masyarakat. Keragaman sosial budaya pembawa dinamika perubahan yang berjalan cepat mesti dikelola secara demoktatis. Keragaman memunculkan problematika yang rumit, dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Dengan demikian keragaman mesti saling mengisi untuk membentuk sebuah kehidupan masyarakat yang demokrasi.
            Pada bab ke-7 mengenai “Pluralitas Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia” ditulis oleh Pamerdi Giri Wiloso, berisikan sebagai sebuah identitas koletif, kebudayaan beraspek statis dan dinamis. Di Indonesia merupakan “perisimpangan lalu lintas arus gerak berbagai corak bangsa dan budaya” sehingga muncul persilangan kebudayaan. Dalam pengelolaan pluralitas kebudayaan di Indonesia harus berjalan secara demokratis, peretisipatonis, dan memberi kesempatan setiap warga negara untuk mampu mencapai suatu tingkat kesadaran bahwa Indonesia lebih luas dari lingkungannya sendiri. Hal yang demikian akan mampu membangun kesadaran kebudayaan daerah disamping kesadaran kebudayaan nasional, dan memperkokoh kepribadian daerah di dalam keanekaragaman kebudayaan Indoneisa.

Sabtu, 19 April 2014

BIOGRAFI RUDOLF DIESEL

Rudolf Diesel

Rudolf Christian Karl Diesel Diesel (lahir di Paris, Perancis, 18 Maret 1858 – meninggal 30 September 1913 pada umur 55 tahun) adalah seorang penemu Jerman, terkenal akan penemuannya, mesin diesel, Dia lahir di Paris dan meninggal secara misterius di kapal fery dalam perjalanannya ke Inggris.
Diesel mengembangkan ide sebuah mesin pemicu kompresi pada dekade terakhir abad ke-19 dan menerima hak paten untuk alat tersebut pada 23 Februari 1893. Dia membangun prototipe yang berfungsi pada awal 1897 ketika bekerja di pabrik MAN di Augsburg.
Mesin Diesel ini pun dinamakan untuk menghormati jasanya. Aslinya, ia bernama "mesin minyak".

Lahir
Rudolf Christian Karl Diesel
18 Maret 1858
Paris, Perancis
Meninggal
Kebangsaan
Suku
Pekerjaan
Tempat kerja
Sulzer, Linde, MAN AG
Dikenal karena
Penemu Mesin diesel
Pasangan
Martha Diesel (née Flasche)
Anak
Rudolf Jr., Heddy and Eugen
Orang tua
Elise Diesel, Theodor Diesel
Penghargaan
Medali Elliott Cresson (1901)

Masa kecil
Rudolf Diesel ahir pada tanggal 18 Maret 1858 di Paris, Perancis, dari keluarga Jerman pengrajin kulit. Sejak kecil, dia dekenal sebagai seorang yang jenius. Pada sekitar usia 20 tahun, pada 1870, Diesel menerima penghargaan medali perunggu dari Société Pour L'Instruction Elémentaire, atas beberapa karya ilmiahnya yang cemerlang. Tetapi, pada tahun yang sama, keluarga Diesel terpaksa harus meninggalkan Paris karena kebijakan baru pemerintah Perancis saat itu tentang para imigran asing. Ayah Diesel gagal memperoleh izin menetap di Perancis. Mereka berangkat dan pindah ke London, Inggris. Hanya sebentar di sana, Rudolf kemudian berangkat sendiri ke Augsburg, Jerman, untuk melanjutkan sekolah dan tinggal bersama paman dan bibinya disana yang juga mengajar sebagai gurunya di Gewerbsschule. Tak lama kemudian Perang Jerman-Perancis meletus.
Pada tahun 1872, Rudolf mulai dikenal dan diakui sebagai calon mekanik handal. Ia menyelesaikan sekolahnya di Gewerbsschule sebagai salah seorang lulusan terbaik, kemudian melanjutkan ke Politeknik Kerajaan Bavaria Munchen. Perang Jerman-Perancis pun berakhir dan untuk pertama kali dia dapat berkumpul dan bertemu kembali dengan keluarganya di Paris.
Karir
Sayang, Rudolf tak dapat mengikuti ujian akhir kesarjanaannya, pada tahun 1879 karena menderita serangan penyakit demam berdarah. Namun selama kuliah di Munchen, dia mengukir banyak prestasi cemerlang, antara lain, pada tahun 1878, bersama profesornya, berhasil merancang suatu cetak biru mesin uap dengan efisiensi tertinggi yang pernah ada sampai saat itu. Dia juga mulai menulis beberapa makalah dan diterbitkan untuk umum. Segera setelah sembuh, Rudolf malah memilih mulai bekerja sebagai mekanik di perusahaan Sulzer di Winterthour, mengembangkan mesin pembuat es.
Akhirnya pada tahun 1880, Rudolf berhasil menyelesaikan ujian akhir kesarjanaannya sebagai insinyur mesin, dan menjadi lulusan terbaik yang pernah dihasilkan oleh Institut Politeknik Muenchen sepanjang sejarahnya hingga kini. Setelah lulus, dia memutuskan pindah menetap di Paris dan mendirikan cabang perusahaan mesin pembuat es disana. Dia malah rela bekerja tanpa dibayar. Tetapi, setahun kemudian, 1881, perusahaan mengangkatnya menjadi direktur pabrik tersebut di Paris, tahun inilah dia bertemu pertama kali dengan Heinrich Buz, Direktur Permesinan Augsburger, dan mereka bersepakat menguji coba dan mengembangkan suatu sistem permesinan pembuas es bening. Tahun itu juga Rudolf menerima sertifikat hak paten pertamanya atas temuannya memproduksi klareis dalam botol.
Tahun 1883, Rudolf mulai membangun pabrik es besar di Paris. Setahun kemudian, rencana pengembangan mesin amoniak mulai dikerjakan. Tahun 1886, pabriknya melebarkan sayapnya ke Belgia. Pada tahun 1887, gagasan tentang mesin penyerap amoniak untuk keperluan usaha skala menengah mulai terwujud. Pada saat inilah Rudolf membuktikan teori gelombang elektromagnetik pada putaran tinggi per detik. Pada tahun 1889, Rudolf mengikuti pameran teknik industri di Paris, memamerkan mesin pembuat es dan pendinginnya. Rudolf kemudian memberikan kuliah umum di suatu kongres internasional mengenai mesin-mesin terapan. Dia memperoleh sambutan meriah dan perusahaan Lindes segera menawarinya kontrak kerja berkedudukan di Berlin sejak tahun 1890.


Mesin Diesel Pertama
Pada tahun 1892, Rudolf menerima hak patennya atas penemuan cara kerja mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Rudolf segera memulai proyek besarnya mengembangkan apa yang dekmudian hari dikenal sebagai mesin diesel. Dan pada 10 Agustus 1893, Rudolf pun berhasil mewujudkan impiannya yakni terciptanya mesin diesel pertama di dunia. Atas temuannya itu, ia mendapatkan hak paten bernomor 608845. Pada tahun yang sama terbit bukunya yang berjudul "Theory and Construction of A Rational Heat Engine for Substitution of the Steam Engines and that Today Admitted Combustion Engines", melalui penerbit Springer, Berlin. Saat itu pula, Rudolf menandatangani kontrak kerja dengan Augusburger, Krupp, dan Sulzer, sambil menerbitkan buku berikutnya, "Nachtraege for the Theory og the Diesel Engine".
Prototipe awal mesinnya dipamerkan di Pekan raya Chicago, Amerika Serikat dan mendapat sambutan yang cukup lumayan. Dia melanjutkan percobaannya. Pada tahun 1895, Komisi Hak Paten mensahkan bahwa mesin ciptaannya memang bekerja baik. Dia pindah ke Muenchen, tahun 1896. Sampai awal tahun berikutnya (1897), dia menyelesaikan rencana lanjut mesin temuannya dengan empat langkah (4 tak). Tetapi perusahaan Deutz AG mencoba menandinginya. Krupp mendukung Rudolf yang akhirnya melahirkan kesepakatan antara Deutz, Krupp dan Augsburger untuk membantu Rudolf melakukan rangkaian akhir percobaan lanjutan untuk menyempurnakan mesin temuannya.

Tahun itu adalah tahun yang sibuk bagi Rudolf. Dia melakukan perjalanan ke Skotlandia, lalu ke Paris untuk membuat satu pesawat terbang, menandatangani kontrak dengan Adolphus-shrubs, dan kemudian memperagakan contoh mesinnya di depan umum di Augsburg. Lalu memeberi ceramah umum di Kassel, meresmikan perkumpulan masyarakat mesin diesel di Paris, namun juga menghadapi gugatan atas hak patennya oleh Emil Captaine. Bahkan sempat mengalami kehilangan dalam uji coba laboratoriumnya. Tetapi, pabrik mesin diesel di Augsburg akhirnya dapat dibangun pada tahun 1898. Empat contoh mesin produksi awalnya segera dipamerkan di Pekar raya Muenchen dan dia berhasil menyelesaikan mesin diesel pertama dengan kompresor untuk perusahaan Deutz AG. Cobaan datang lagi. Ia sempat masu rumah sakit jiwa di Neuwittelsbach, Muenchen. Tetapi pabrik mesin diesel pertama di Amerika selesai dibangun tahun itu juga. Cobaan datang terus. Pada tahun berikutnya 1899 Pabrik pertama di Augsburg ditutup karena gagal mencapai target jumlah produksi. Tetapi, tahun itu pula mesin diesel pertama kali digunakan di lapangan pengeboran minyak di Gailizien. Dia makin sering jatuh sakit.

Lalu pada abad ke 20, tepatnya pada tahun 1900, pabrik mesin diesel pertama di London diresmikan. Peragaan mesinnya di Pekan raya Paris memperoleh perhatian istimewa dan mendapatkan hadiah utama. Karena semakin sering sakit, dia pindah ke pemukiman yang lebih segar di Muenchen pada tahun 1901. Sambil banyak beristirahat, dia menulis dan menerbitkan buku baru yang lebih filosofis ketimbang teknis yang berjudul "Solidarismus: natürliche wirtschaftliche Erlösung der Menschen", pada tahun 1903, yang memperlihatkan secara jelas sikap dan pandangan dasarnya sebagai seorang insinyur jenius yang juga peduli pada masalah-masalah sosial dan lingkungan hidup. Dua tahun kemudian, 1905, mesin diesel mulai digunakan sebagai mesin kereta api. Dan puncak prestasinya pada tahun 1910 ketika ia tampil di Pekan raya Paris dengan rancang bangun mesin diesel yang digerakkan dengan bahan bakar minyak kacang dan minyak ganja. Dua tahun kemudian (1912) ketika berpidato menerima hak patennya atas mesin barunya tersebut, dinia mencatat pernyataannya yang peling bersejarah tentang masa depan mesin yang dijalankan dengan bahan bakar minyak nabati yang sekarang dikenal sebagai biodiesel yakni "Der Gebrauch von Pflanzenöl als Krafstoff mag heute unbedeuntend sein. Aber derartige Produkte können im Laufe der Zeit obenso wichtig werden wie Petroleum und diese Kohle-Teer-Produkte von heute." (Pemakaian minyak nabati sebagai bahan bakar untuk saat ini sepertinya tidak berarti, tetapi pada saatnya nati akan menjadi penting, sebagaimana minyak bumi dan produk tir-batubara saat sekarang). Mesin biodiesel itu disempurnakan lagi oleh Ludwig Elsbett.

Kematian

Pada tanggal 29 September 1913, Diesel pergi dengan Dresden di Antwerp dalam perjalanan untuk menemui perusahaan Consolidated Diesel Manufacturing di London. Ia makan malam di atas kapal dan kemudian beristirahat di kabinnya jam 10 malam, untuk kemudian besoknya dibangunkan pada pukul 6.15 pagi. Kabinnya ditemukan kosong keesokan harinya, dan ia tak pernah ditemukan hidup kembali. Pencarian di dalam kabinnya menemukan bahwa kasur Diesel belum pernah ditiduri meskipun jam tangannya masih tertinggal disitu. Topi dan jaketnya ditemukan terlipat dengan rapi di railing. Sepuluh hari kemudian, kru kapal berbendera Belanda menemukan ada seseorang terapung di Laut Utara dekat Norwegia. Tubuh orang tersebut telah membusuk sehingga sulit dikenali. Meski begitu, para kru kapal tersebut mendapatkan beberapa benda pribadi yang terbawa orang tersebut (dompet, kartu identitas, pisau lipat, tempat kacamata). Tanggal 13 Oktober, benda-benda ini dikenali oleh anak Rudolf, Eugene Diesel, sebagai benda milik ayahnya.



tugas bahasa indonesia 2

Proyek MRT Masuk Tender TahapAkhir


Kemacetan lalulintas di sekitar proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/2/2014).Proyek MRT dilakukanuntukmenyelesaikanpersoalankemacetan di Jakarta.

Proyekpembangunanmass rapid transit (MRT) Jakarta telahmemasuki proses tender tahapakhir.
Menurutpihak PT MRT Jakarta, saatinitinggaltersisaduapaketpengerjaan yang masihbelumselesai proses tendernya, yaknipaket CP 107 yang merupakanpengadaanuntuksistempersinyalandanreldanpaket CP 108 yang merupakanpengadaanuntukrangkaiankereta.

DirekturUtama PT MRT Jakarta DonoBoestamimengatakan, pekerjaandalampaket CP 107 terdiridari 10 komponen, yaitusubstation system,overhead contact system, power distribution system, signaling system, telecommunication system, facility SCADA, automatic fare collection system, platform screen door (PSD), escalators & elevators, dantrackwork.


Sementarauntukpekerjaandalampaket CP 108, terdiridaripengadaan 16 rangkaiankereta.Saturangkaiankeretaakanterdiriatasenamgerbongsehingga total seluruhnyaberjumlah 96 gerbong. Spesifikasikeretaakanmenggunakanstandarurban railway system for Asia (STRASYA).

"Pemenangdaripaket CP 107 dan CP 108 ininantinyaharusmampumenyelesaikanpekerjaandalamwaktu 185 minggu.Dengancapaianprogreslelangtahapakhirini, manajemenbisalebihberkonsentrasiuntukmemastikanproyekberlangsungtepatwaktu," kata Donomelaluisiaranpers yang diterimaKompas.com, Selasa (18/2/2014).

MenurutDono, adalimapeserta tender yang telahdinyatakan lulus pra-kualifikasiuntukpaket 107, yakni Marubeni–Toshiba–Sumitomo Mitsui Construction–WIKA JO; Kawasaki Heavy Industries–Itochu JV; Mitsubishi-Hitachi-Mitsubishi Heavy Industries–Jaya Konstruksi JO; Sumitomo Corporation; dan Mitsui-Kobelco–Toyo-IKPT (Metro One Consortium).

Sementarauntukpaket CP 108, terpilihempatpeserta, yakni Hitachi-Mitsui Consortium; Sumitomo Corporation; Mitsubishi Corporation; dan Kawasaki-Itochu JV (KI JV).

"Penandatanganankontrakpaket CP 107 diperkirakandapatdilakukanpadabulanDesember 2014, sementarapaket CP 108 untuk Rolling Stock diperkirakandapatdilakukanpadabulan November 2014," ujarnya.

Periodepengambilandokumen tender dilakukanpada 17–21 Februari 2014, Site Visit dan Pre-bid Meeting pada 5 dan 6 Maret 2014, sertawaktupenyampaianpenawarandarimasing-masingpesertaselamatigabulanuntuk CP 108 danempatbulanuntuk CP 107. Proses tender untukduapakettersebutdidampingiolehkonsultan tender Nippon Koei, Co Ltd yang merupakanlead consultantdari Jakarta Metro Tender Assistance – 2 (JMTA) yang dibiayaimelalui JICA ODA.

Perkembanganproyekpembagunan MRT Jakarta dimulaipada 10 Oktober 2013, ditandaidengangroundbreaking yang dilakukanGubernur DKI Jakarta JokoWidodo.Saatini, proyektelahmemasukitahappengerjaankonstruksiberat, yang dilakukan di sepanjangBundaran HI-Sisingamangaraja.

Tahappertamapembangunan MRT Jakarta dilakukan di jalur yang menghubungkanLebakBulus-Bundaran HI, yang memilikipanjangrute 9,8 kilometer. Ruteiniditargetkanrampungpada 2017.

Untukpembangunantahappertama, pinjamanJepangakandikucurkandalamduawaktu, yaknisebesar 50 miliar yen atausekitarRp 5,7 triliununtukkucuranpertama, dan 75 miliar yen atausekitarRp 8,6 triliununtukkucurankedua.

Adapuntahapkeduapembangunakandilakukan di jalur yang menghubungkanBundaran HI-KampungBandan, yang memilikipanjangrute 5,9 kilometer. Pembangunan akandimulaipada 2017, setelahtahappertamapembangunanrampung. Pembangunan tahapkeduaakanmembutuhkanalokasidanasebesar 113 miliar yen atausekitarRp 13 triliun. Ruasiniditargetkandapatberoperasipada 2020.


Minggu, 30 Maret 2014

TUGAS KE-2 BAHASA INDONESIA



  METODE INDUKTIF
Induksi yaitu suatu metode yang menyimpulkan pernyataan pernyataan hasil observasi dalam suatu pernyataan yang lebih umum dan menurut suatu pandangan yang luas diterima, ilmu-ilrnu empiris ditandai oleh metode induktif, disebut induktif bila bertolak dari pernyataan tunggal seperti gambaran mengenai hasil pengamatan dan penelitian orang sampai pada pernyataan ­pernyataan universal.
David Hume telah membangkitkan pertanyaan mengenai induksi yang membingungkan para filosof dari zamannya sampai sekarang. Menurut Hume, pernyataan yang berda observasi tunggal betapapun besar jumlahnya, secara logis tak dapat menghasilkan suatu pernyataan umum yang tak terbatas. dalam induksi setelah diperoleh pengetahuan, maka akan dipergunakan ha-hal lain, seperti ilmu mengajarkan kita bahwa kalau logam dipanasi juga akan mengembang, bertotak dari teori ini kita tahu bahwa logam lain yang kalau dipanasi juga akan mengambang. Dari contoh di atas bisa diketahui bahwa induksi tersebut memberikan suatu pengetahuan yang disebut juga dengn pengetahuan sintetik.
Penalaran induktif berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Contoh : yaitu sebuah sistem generalisasi.
Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.

·           METODE DEDUKTIF
Deduksi adalah suatu metode yang menyimpan bahwa data­-data empirik diolah lebih lanjut dalam suatu sistem pernyataan yang harus ada dalam metode deduktif ialah adanya perbandingan logis antara kesimpulan-kesimpulan itu sendiri. Ada bentuk logis teori itu dengan tujuan apakah teori tersebut mempunyai sifat empiris atau ilmiah, ada perbandingan dengan teori-teori lain dan ada pengujian teori dengan jalan rnenerapkan secara empiris kesimpulan-kesimpulan yang bisa ditarik dari teori tersebut.
Popper tidak pernah menganggap bahwa kita dapat membuktikan kebenaran teori-teori dari kebenaran pernyataan-pernyataan yang bersifat tunggal. Tidak pernah dia menganggap bahwa berkat kesimpulan-kesimpulan yang telah diverifikasikan teori ini dapat dikukuhkan sebagai benar atau bahkan hanya mungkin benar, sebagai contoh, harga akan turun. Karena penurunan beras besar. maka harga beras akan turun.
Penalaran deduktif berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
Contoh : Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.

·           KORELASI PENALARAN DEDUKTIF DAN INDUKTIF
Kedua penalaran tersebut seolah-olah merupakan cara berpikir yang berbeda dan terpisah. Tetapi dalam prakteknya, antara berangkat dari teori atau berangkat dari fakta empirik merupakan lingkaran yang tidak terpisahkan. Kalau kita berbicara teori sebenarnya kita sedang mengandaikan fakta dan kalau berbicara fakta maka kita sedang mengandaikan teori.
Dengan demikian, untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah kedua penalaran tersebut dapat digunakan secara bersama-sama dan saling mengisi, dan dilaksanakan dalam suatu ujud penelitian ilmiah yang menggunakan metode ilmiah dan taat pada hukum-hukum logika. Upaya menemukan kebenaran dengan cara memadukan penalaran deduktif dengan penalaran induktif tersebut melahirkan penalaran yang disebut dengan reflective thinking atau berpikir refleksi.
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
-       Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
-       Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.
Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.
Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen. Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis.

TUGAS BAHASA INDONESIA 2



Penalaran adalah sebuah pemikiran untuk dapat menghasilkan suatu kesimpulan. Ketika seseorang sedang melanarkan sesuatu, maka seseorang tersebut akan mendapat sebuah pemikiran dimana pemikiran tersebut adalah suatu kesimpulan masalah yang sedang dihadapi. Contoh saja kalau kita sedang berkendara dan terjebak di derasnya hujan, apakah yang akan kita lakukan?disitulah nalar kita bekerja. mencari sebuah solusi agar kita bisa terhindar dari derasnya hujan dengan cara memikirkan sesuatu yang bisa dipakai untuk berteduh.

Wujud Evidensi merupakan semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh digabung dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu.

 Cara Menguji Data
Supaya data dan informasi dapat dipergunakan dalam penalaran data dan informasi itu harus merupaka fakta. Dibawah ini merupak cara untuk pengujian data.
a)      Obervasi
Fakta yang diajukan sebagai evidensi mungkin belum memuaskan seseorang pengarang atau penulis. Untuk lebih meyakinkan dirinya sendiri dan sekaligus dapat mengunakan sebaik – baiknya dalam usaha meyakinkan para pembaca, maka kadang – kadang pengarang merasa perlu untuk mengadakan peninjauan atau obervasi singkat untuk mengecek data atau informasi itu.

b)      Kesaksian
Keharusan menguji data dan informasi, tidak harus selalu dilakuan dengan obervasi. Kadang sangat sulit untuk mengaharuskan seorang mengadakan obervasi atas obyek yang akan dibicarakan.
c)      Autoritas
Cara ketiga untuk menguji fakta dalam usaha menyusun evidensi adalah meminta pendapat dari suatu otoritas, yakin dari pendapat seorang ahli, atau mereka yang menyelidiki fakta dengan cermat, memperhatikan semua kesaksian,menilai semua fakta kemudian memberikan pendapat mereka sesuai dengan keahlian mereka dalam bidang itu.

-         Cara Menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penelitian, apakah data” atau informasi itu merupakan kenyataan atau hal yang sunguh – sunguh terjadi.
a.       Konsistensi
Dasar pertama yang dipakai untuk mengatakan fakta mana yang akan dipakai sebagai evidensi adalah konsistenan.
b.      Koharensi
Dasar kedua yang bisa dipakai untuk mungji fakta yang dapat diperguanakan sebagai evidenis adalah masalah koharensi. Semua fakta yang akan digunakan sebagai evidensi harus pula khoren dengan pengalam manusia, atau sesuai dengan pandangan atau sikap yang berlaku.


-         Cara Menilai Autoritas
Seorang penulis yang baik dan obyektif selalu akan menghindari semua desas – desus, atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja, atau pendapat yang sunguh – sunguh didasarkan atas penelitian atau data – data eksperimental. Untuk menilai suatu autoritas, penulis dapat memeilih beberapa pokok berikut.
a.       Tidak Mengandung Prasangka
Dasar pertama yang perlu diketahui oleh penulis adalah bahwa pendapat autoritas sama sekali tidak boleh mengandung prasangka, pendapat itu disusun oleh beradasarkan penelitian yang dilakukan oleh ahli itu sendiri, atau berdasarkan pada hasil – hasil eksperimental yang dilakukannya.

b.      Pengalaman dan Pendidikan Autoritas
Dasar kedua yang harus diperhitungkan penulis untuk menilai pendapat suatu auoriatas adalah menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal.

c.       Kemashuran dan Presite
Faktor ketiga yang harus diperhatikan oleh penulis untuk menilai autoritas adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas itu hanya sekedar bersembunyi dibalik kemasruhan dan prestise pribadi dibidang lain.

d.      Khorensi dengan Kemajuan
Hal yang keempat yang perlu diperhatikan penulis argimentasi adalah apakah pendapat yang diberkan autoritas itu sejalan dengan perkembangan dan kemajuan jaman, atau khoren dengan pendapat atau sikap terakhir dalam bidang itu.
4.      Jelaskan perbedaan silogisme kategorial, silogisme hipotesis, dan silogisme alternatif!
a.       Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.

Contoh :
Semua makhluk hidup membutuhkan makan dan minum.
Kucing termasuk makhluk hidup
Jadi kucing : makhluk hidup yang membutuhkan makan dan minum.

Yang perlu dicermati adalah, bahwa pola penalaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari kita tidak demikian nampak, entah di realita pembicaraan sehari-hari, lewat surat kabar, majalah, radio, televisi, dan lain-lain. Oleh sebab itu, dalam menyimak mendengarkan atau menerima pendapat seseorang, kita perlu berpikir kritis melihat dasar-dasar pemikiran yang digunakan sehingga kita dapat menilai seberapa tingkat kualitas kesahihan pendapat itu. Dalam hal seperti ini kita perlu menentukan:
a)      Kesimpulan apa yang disampaikan
b)      Mencari dasar-dasar atau alasan yang dikemukakan sebagai premis-premisnya.
c)      Menyusun ulang silogisme yang digunakannya; kemudian melihat kesahihannya berdasarkan ketentuan hukum silogisme.

Berdasarkan hal tersebut tentu saja kita akan mampu melihat setiap argumen, pendapat, alasan, atau gagasan yang kita baca atau dengar. Dengan demikian, secara kritis kita mengembangkan sikap berpikir ke arah yang cerdik, pintar, arif, dan tidak menerima begitu saja kebenaran / opini yang dikemukakan pihak lain. Berdasarkan hal inilah akhirnya kita mampu menerima, meluruskan, menyanggah, atau menolak suatu pendapat yang kita terima.

b.      Silogisme Hipotesis
Silogisme Hipotesis adalah jenis silogisme yang terdiri atas premis mayor yang bersifat hipotesis ,dan premis minornya bersifat katagorial . Silogisme Hipotesis ini dapat dibedakan menjadi 4 macam , yaiu :

-          Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh :
Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek ( premis mayor )
Hari ini cerah ( premis minor )
Maka saya akan kerumah kakek ( kesimpulan ).

-          Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekuen
Contoh :
Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global warming ( premis mayor )
Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).

-          Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent
Contoh :
Jika pembuatan karya tulis ilmiah belum di persiapkan dari sekarang, maka hasil tidak
akan maksimal
pembuatan karya ilmiah telah di persiapkan
maka hasil akan maksimal

-          Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari konsekuen
Contoh :
Bila presiden Mubarak tidak turun , Para demonstran akan turun ke jalan
Para demonstran akan turun ke jalan
Jadi presiden Mubarak tidak turun.

c.       Silogisme Alternatif
Adalah Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Sedangkan Proposisi Alternative yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh silogisme alternatif :
A : Anak kecil itu berada di dalam kelas atau di luar kelas
B : Anak kecil berada di luar kelas
K : Jadi, anak kecil tidak berada di dalam kelas


Induksi adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari satu arah atau sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu kesimpulan (inferensi). Proses penalaran yang induktif dapat dibedakan atas bermacam-macam variasi yang akan dijelaskan lebih lanjut yaitu berupa generalisasi, hipotesis dan teori, analogi induktif, kausal, dan sebagainya.



SUMBER :
file:///C:/Users/axioo%20cjm/Favorites/Downloads/Pertemuan%207c%20(Proses%20Penalaran%20Ilmiah).pdf
http://abdulrazak11.blogspot.com/2013/03/penalaran-evidensi-inferensi.html
http://tugas21109900softskills.blogspot.com/2012/03/laporan-bacaan-ringkasan-isi-bab.html
http://dwipoerwanti.blogspot.com/2010/05/silogisme-alternatif-silogisme.html
http://ditaariska.blogspot.com/2013/04/silogisme-kategorial-silogisme.html